Alexa

8.18.2010

"Menunggu..."

Hampir kebanyakan manusia biasanya hanya sekedar “menunggu”, tak terkecuali kebanyakan orang Indo (mungkin termasuk aku juga..)

Seperti anak burung yang kelaparan dan hanya

bisa menunggu induknya menyuplai makanan lewat mulutnya ke mulut anaknya. Tapi ini adalah hal yang wajar adanya karena memang anak burung itu tidak bisa/belum bisa untuk melakukannya sendiri.

Bandingkan dengan kebanyakan manusia. Jangankan masih kecil, sudah gede pun (pengennya dianggap dewasa) tetap saja tidak bisa menyadari bahwa mereka bisa melakukan hal-hal itu sendiri, tanpa harus “menunggu” seseorang untuk melakukan hal-hal itu untuknya.

Memang tidak ada yang salah dengan “menunggu”, tapi seharusnya itu disesuaikan dengan kondisi dan keadaan pada saat tertentu. Di saat kita memang harus “menunggu” untuk bisa melanjutkan langkah yang harus kita ambil, akan lebih baik daripada kita bertindak lebih dulu, di mana nantinya itu malah akan menyulitkan langkah kita selanjutnya.
Tapi dikala kita memang diharuskan untuk bisa mengambil tindakan lebih dulu, why not??

Apakah seorang gadis harus terus “menunggu” untuk bisa dilamar oleh seorang pria idamannya? Saya rasa banyak pria yang lebih baik.
Apakah seorang anak harus “menunggu” ibunya sakit atau bahkan meninggal untuk bisa menunjukkan rasa baktinya? Saya rasa sang ibu akan lebih bangga semasa hidupnya.
Apakah seorang bawahan terus “menunggu” diperintah oleh majikannya jikalau dia bisa proaktif? saya rasa majikan akan lebih senang adanya.

“Waiting is something rather than nothing, but doing is more than anything”

10.07.2009

Bencana di Negeriku yang Tercinta

Masih kuingat kala itu, di pagi hari di kamarku, ketika aku akan beranjak tidur setelah lelah menghinggapi sehabis bertemu dengan kawan-kawan lama (yang bisa dibilang sahabat sejati) yang sudah lama tidak bersua.

27 Mei 2006, jam 6 pagi kurang 5 menit, baru saja kurebahkan tubuh ini...


serasa bermimpi, tempat tidur bergerak dan diikuti oleh barang-barang yang ada di kamar. Dan aq tersadar ternyata saat itu terjadi gempa bumi. Dalam benakku aku berkata itu hanya gempa kecil. Tapi semakin lama gempa itu semakin kencang dan segera aku dan seluruh keluargaku bergegas berlarian di antara puing-puing runtuhan yang mulai berjatuhan. Dan seketika itu jalanan menjadi kacau, dipenuhi oleh orang-orang yang berhamburan keluar dari rumah masing-masing.
Pada saat itu bersamaan dengan adanya isu gunung Merapi yang semakin aktif, orang-orang berpikir bahwa gempa disebabkan oleh meletusnya gunung Merapi. Tapi segera hal tersebut ditepiskan oleh adanya orang (atau oknum) yang menyebutkan terjadi gelombang tsunami. Berkaca pada kejadian tsunami di Aceh, semua orang segera berhamburan mencari tempat yang lebih tinggi.

Tangis, teriakan, dan lantunan Allah Maha Besar bercampur menjadi satu. Dan seterusnya...itu menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan olehku..
........................................................................

"Ada gempa di Padang 7,6 skala Richter!!!" Tersentak aku mendengar itu. Langsung pikiranku kembali ke gempa Jogja. Waktu itu Jogja dihempas oleh gempa 6,9 skala Richter. Dengan skala itu, sebagian Jogja luluh lantak.
Lantas bagaimana dengan Padang? Pastinya aku langsung membayangkan itu akan lebih hebat dari gempa Jogja, dan ternyata benar..Innalillahi wa inna 'ilaihi roji'un.

Dalam hati kecilku, aku bertanya apakah ini cobaan atau ini kutukan atau balasan dari Tuhan??
Kenapa negeri yang kucintai ini terus menerus dilanda bencana dan musibah.

Pernah ku dengar dari obrolan dengan teman dan juga dari sebuah acara TV, bahwasanya di era kepemimpinan S*Y, negeri ini akan semakin dilanda bencana karena konon kabarnya ini adalah syarat (tumbal) agar sang pemimpin tersebut tetap berkuasa. Ada juga yang berpendapat kalau di bawah pemerintahannya, kejahatan, kebusukan, dan semua hal negatif semakin merajalela.
Bagi yang berpikiran positif, mereka beranggapan bencana ini adalah cobaan dari Tuhan yang akan menjadikan bangsa Indonesia semakin kuat. Toh Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatNya.
Sedang yang berpikiran ekstrim, melihat bencana ini adalah isyarat semakin dekatnya kiamat (hari akhir).
Dan masih banyak lagi anggapan-anggapan yang beredar menyikapi hal ini.

Buatku, hal-hal yang tertulis di atas mungkin bisa saja menjadi alasan paling pas untuk mengartikan apa yang telah, sedang dan akan Tuhan rencanakan untuk umatNya, dalam hal ini bangsa Indonesia.
Terlepas dari itu semua, aku hanya berharap apa yang sudah terjadi bisa semakin menambah keimananku kepada Tuhan, sang Penguasa alam jagad raya, amien....

4.24.2009

Sudahkah Anda melakukannya Hari Ini?

Nasehat mengatakan "tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah". Menurut saya, nasehat ini benar-benar masuk akal. Jangankan melihat dari keseluruhan kalimatnya, hanya dengan dua kata saja bisa tergambarkan dengan jelas apa maksud dari nasehat tersebut.

Pastinya jika anda di suruh untuk memilih dari dua kata ini - atas dan bawah - saya yakin anda akan memilih "atas", benar?
Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Banyak contohnya.
1. Jika anda di suruh untuk memilih, apakah anda ingin jadi atasan (bos) atu bawahan (kacung)?
2. Jika anda berlomba, apakah anda ingin jadi yang teratas (juara) atau yang terbawah (pecundang)?
Dan banyak lagi contoh-contoh yang laen yang tidak akan saya panjang-lebarkan di sini karena ini bukan topik yang sebenarnya.


Kembali lagi ke kalimat nasehat di atas. Inti dari nasehat di atas adalah akan lebih baik buat diri kita apabila kita bisa memberi daripada meminta. Memberi di sini tidak hanya diartikan dalam bentuk materi saja, tapi juga yang berbentuk non materi.
Contoh dari non materi adalah memberikan pemikiran atau ide apabila diminta. Bahkan memberikan nasehat (seperti nasehat di atas kali ya..:)).

Di sini patut diingat bahwa memberi dalam hal ini adalah dengan ikhlas, tanpa mengharapkan apa pun di balik pemberian yang anda lakukan.

Di sisi yang lain, dengan melakukan hal ini, anda juga akan mendapatkan imbalan pahala (khusus bagi anda yang percaya dengan religi anda), di mana setiap orang beragama amat sangat ingin mendapatkan satu hal ini.

Sekecil apapun bantuan yang anda berikan kepada orang lain ,apabila anda ikhlas melakukannya, yakinlah anda akan mendapatkan balasan yang lebih baik dan berlipat.

Satu hal yang paling gampang yang bisa anda lakukan di dunia yang "complicated" ini adalah dengan tersenyum...

So..sudahkah anda melakukannya hari ini??

3.03.2009

Musik..music..

Like or dislikes...suka atau tidak suka, musik sudah menjadi bagian hidup dari umat manusia di dunia ini.

Di jaman yang serba modern sekarang ini, hampir setiap hari kita lihat orang di sekitar kita mendengarkan musik. Tua, muda, bahkan anak-anak seumur balita pun familiar dengan musik. Baik pada saat mereka sedang bekerja, dalam kendaraan, atau pun pada saat sedang santai di rumah. Jangankan mendengarkan, sering kali juga kita melihat orang-orang mendendangkan atau menggumamkan musik, meskipun terbatas hanya dengan indera oral mereka.


Definisi musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Sedang menurut Wikipedia (semacam kamus bahasa), musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang.

Masih banyak lagi definisi-definisi tentang musik itu sendiri, baik dari sudut pandang dan orientasi masing-masing pihak.


Buat aq sendiri, musik mempunyai arti yang sederhana, sesuatu yang enak didengar.

Klasik, pop, R n B, rock, dangdut,bahkan sampai keroncong pun klo memang enak dan asyik di dengar, it's never mind...as long i enjoy it!!

Dengan musik, apa pun bisa kita lakukan, dari yang sekedar hanya mendengarkan musik sampai musik tersebut dipergunakan untuk menghasilkan uang.


2.27.2009

Artis jadi Legislatif??

Aq pernah melihat di suatu tayang TV, memperlihatkan sebuah debat politik antar artis yang ada di negeri tercinta ini.

Sungguh suatu tayangan yang bisa di bilang menggelitik.

Di sini aq tidak mau menyebutkan artis-artis yang bersangkutan, tetapi bisa dibilang cukup terkenal di kalangan selebriti.

Dan panelisnya pun juga tidak main-main, para pengamat politik yang bisa dipercaya kredibilitasnya (dari sudut pandang aq).


Sepintas, para artis tersebut cukup layak dijadikan wakil-wakil rakyat di DPR kelak, pada saat menggambarkan visi dan misi mereka, dengan segala janji-janji politiknya..yang intinya ingin menyejahterakan rakyat Indonesia. Yang ingin petani makmurlah, buruh dapat kontrak kerja yang layak lah, nelayan bisa hidup sejahtera lah dan bla..bla..bla..

Saatnya tanya jawab dengan panelis...di sinilah drama di mulai.

Bagaikan anak-anak TK yang di sodori pertanyaan-pertanyaan perkalian, tidak ada satupun jawaban yang bisa membuat aq percaya bahwa mereka layak menjadi wakil rakyat!!

Dengan sebuah pertanyaan simpel yang mendasar, seperti apa sih tugas mereka nanti di DPR, mereka tidak bisa menjawab!!
Sudah jelas mereka akan menjadi legislator, orang-orang yang akan mengurusi masalah legislasi!! Emang dasar!! (uppss nanti kena sensor lagi kaya grup band)
Sudah tidak bisa menjawab tepat sasaran, malah masih bisa bercanda lagi!!
Gimana nanti kalau sudah di DPR, setiap masalah yang tidak bisa diselesaikan apakah bisa diselesaikan dengan bercanda??

Anyway, by the way..memang tidak semua artis sebodoh yang aq lihat di tayang TV tersebut, ada juga yang benar-benar layak kalau nantinya yang bersangkutan jadi anggota lesgislatif.

Semoga calon-calon anggota DPR kelak yang terplih di pemilu 2009 memang orang-orang yang bisa membawa rakyat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik..Amien!


A to Z

Aku adalah seorang yang terlahir ke dunia ini atas ijin yang diberikan oleh Penguasa alam jagat raya ini.
Perjalanan hidup dari A sampai ke Z harus ku tempuh hingga aku akan mendapatkan kenikmatan SEMPURNA.

Dari sinilah perjalanan itu akan kutempuh....

Followers

Social

Shut Box


ShoutMix chat widget
 

Copyright © 2009 by A to Z